situs judi bola

Purbaya Harap Thomas Djiwandono Bantu Kemenkeu di BI

Purbaya Harap Thomas Djiwandono Bantu Kemenkeu di BI

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan harapan besar terhadap peran baru Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang kini resmi slot kamboja menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Purbaya percaya pengalaman Thomas di bidang fiskal bisa memberikan nilai tambah dalam proses perumusan kebijakan moneter di BI.

Penetapan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI telah disetujui oleh DPR RI dalam rapat paripurna, menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh pejabat sebelumnya. Keputusan ini merupakan bagian dari pergeseran jabatan antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BI.

Harapan Sinergi Fiskal dan Moneter

Purbaya secara terbuka menyatakan harapannya bonus new member agar Thomas dapat mempertimbangkan kepentingan fiskal ketika terlibat dalam diskusi kebijakan moneter di BI. Menurutnya, pemikiran yang luas dari Thomas bisa memperkaya dialog kebijakan di tingkat Dewan Gubernur BI.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa harapan tersebut bukan upaya untuk menguasai atau menekan kebijakan moneter. Ia menekankan bahwa independensi Bank Indonesia tetap terjaga dan tidak akan diintervensi secara langsung oleh pemerintah atau Kemenkeu.

Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran sebagian kalangan yang menilai pergeseran pejabat dari fiskal ke moneter bisa memengaruhi independensi BI. Namun, Purbaya percaya bahwa Dewan Gubernur yang bersifat kolektif tetap akan menjamin arah kebijakan moneter sesuai mandatnya.

Profil Singkat Thomas Djiwandono

Thomas Djiwandono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di sektor fiskal. Kini, dengan posisi baru sebagai Deputi Gubernur BI, ia akan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan moneter.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Thomas menunjukkan visi yang menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia menyebut bahwa kerjasama ini tidak hanya berkaitan dengan tugas masing‑masing lembaga, tetapi juga bagaimana kebijakan kedua sektor saling melengkapi.

Tanggapan Publik dan Pelaku Ekonomi

Penunjukan Thomas mendapat beragam reaksi dari ekonom dan publik. Sebagian pihak menyambut positif langkah ini karena membawa pengalaman fiskal ke dalam diskusi kebijakan moneter. Namun, ada pula kekhawatiran atas potensi dugaan intervensi politik dalam lembaga independen seperti BI.

Di tengah respons tersebut, Purbaya meminta agar publik menilai pencalonan dan peran Thomas melalui hasil nyata dan integritas kerja di BI. Ia juga menegaskan bahwa independensi bank sentral merupakan komponen kunci dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Apa Artinya bagi Kebijakan Ekonomi?

Kebijakan fiskal dan moneter merupakan dua pilar utama dalam pengelolaan ekonomi nasional. Fiskal berfokus pada pengelolaan anggaran pemerintah, pajak, dan belanja negara, sementara moneter berkaitan dengan inflasi, suku bunga, serta stabilitas nilai tukar. Koordinasi yang kuat antara kedua kebijakan ini dapat memperkuat stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan.

Dengan latar belakang Thomas yang kuat di bidang fiskal, Purbaya berharap BI bisa memanfaatkan perspektif tersebut untuk mengeksekusi kebijakan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap dinamika ekonomi global dan domestik.

Kesimpulan

Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa Thomas Djiwandono, dalam kapasitasnya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dapat membantu mempererat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia. Harapan ini muncul tanpa mengorbankan kemandirian BI, dan bertujuan untuk memastikan keputusan ekonomi yang lebih matang dan responsif terhadap tantangan saat ini.